top of page

Tes Maternitas: Apa yang Perlu Dipahami untuk Mengetahui Hubungan Ibu dan Anak?

  • Content Admin
  • 16 Jan
  • 3 menit membaca

Tes Maternitas - Meskipun terlihat sepele, ternyata pembuktian hubungan biologis antara seorang ibu dan anak dapat menjadi salah satu faktor penentu. Pasalnya, hasil dari tes maternitas dapat digunakan pada saat penentuan hak asuh anak, keperluan administrasi atau imigrasi, hingga kebutuhan pribadi. Hasil tes tersebut juga menjadi bukti secara ilmiah yang dapat memastikan hubungan tersebut. 


Selain itu, informasi terkait hubungan ibu-anak akan sangat berguna bagi calon keluarga yang sedang menjalani proses adopsi. Artikel ini akan membantu Anda memahami apa itu tes DNA maternitas dan beberapa alasan mengapa seseorang memilih untuk melakukan tes ini. Kemudian, Anda juga akan menerima penjelasan terkait beberapa jenis tes DNA maternitas yang tersedia. 


Apa Itu Tes Maternitas?

tes maternitas
Photo by Xavier Mouton Photographie -Unsplash

Mari kita pahami secara seksama dari segi pengertiannya terlebih dahulu. Tes maternitas adalah salah satu jenis tes DNA yang digunakan untuk memastikan hubungan biologis antara seorang ibu dengan anak. Tes ini dilakukan dengan membandingkan kecocokan antara sampel DNA seorang anak dan ibu. Di mana, seorang anak akan mewarisi 50% DNA dari ibu dan 50% DNA dari ayah. Sehingga, tes ini juga memiliki tingkat akurasi yang tinggi hingga 99,99%. 


Seperti tes DNA pada umumnya, seseorang harus melakukan pengambilan sampel terlebih dahulu untuk dapat mengetahui hasilnya. Sampel tersebut dapat berupa usapan jaringan dari bagian dalam pipi (buccal swab) atau darah. Setelah pengambilan sampel, barulah petugas akan melakukan analisis di laboratorium untuk menemukan kecocokan antara kedua sampel. Perlu diperhatikan, tingkat akurasi dari tes DNA juga akan dipengaruhi oleh kualitas sampel.


Karenanya, pastikan Anda telah memilih laboratorium yang memiliki sertifikasi secara resmi. Seperti laboratorium yang telah memiliki sertifikasi dan akreditasi nasional atau bahkan internasional seperti DDC (DNA Diagnostic Center). Bukan tanpa sebab, sertifikasi tersebut akan menjamin standar kualitas laboratorium, validitas hasil, serta prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Terutama jika hasil tes akan digunakan untuk keperluan legal.


Kenapa Tes Maternitas Perlu Dilakukan?


Beberapa alasan yang memengaruhi seseorang untuk melakukan tes maternitas adalah sebagai berikut: 


1. Memastikan Hubungan Biologis Ibu-Anak


Salah satu alasan yang paling umum adalah untuk membuktikan hubungan secara ilmiah yang digunakan untuk keperluan pribadi. Hasil tes ini dapat memberikan hasil secara ilmiah dan dapat menepis spekulasi yang ada dalam kasus bayi tertukar, IVF, atau bahkan adopsi. Tes ini juga diharapkan dapat memberikan kejelasan identitas anak. 


2. Keperluan Hukum & Administratif


Selain dilakukan untuk keperluan pribadi, hasil dari tes maternitas dapat digunakan untuk keperluan legal. Dalam kasus ini, tes DNA harus dilakukan dengan prosedur resmi atau yang sering dikenal dengan Chain of Custody (CoC). Dengan begitu, tes yang dilakukan akan memiliki dokumentasi yang lengkap dan hasilnya dapat diakui secara hukum. Biasanya, legalitas akan diperlukan dalam penanganan kasus sengketa hak asuh anak, warisan, atau kejahatan identitas.


3. Proses Adopsi


Sebagaimana dijelaskan pada poin pertama, tes maternitas dapat digunakan ketika seseorang menjalani proses adopsi. Salah satunya yaitu untuk mencegah penipuan identitas anak dan memastikan anak tersebut bukan korban perdagangan anak. Selain itu, hasil dari tes tersebut juga dapat digunakan untuk melindungi semua pihak yang terlibat dalam proses adopsi. 


Apa Perbedaan Tes Maternitas dengan Tes Prenatal? 

tes maternitas
Photo by Omar Lopez -Unsplash

Ternyata, topik terkait perbedaan tes maternitas dengan tes prenatal juga sering diperbincangkan. Coba simak penjelasan berikut: 


Maternity Test


Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat pada paragraf di atas, maternity test merupakan salah satu jenis tes DNA yang digunakan untuk membuktikan hubungan antara ibu dan anak. Tes ini dilakukan dengan membandingkan sampel DNA yang biasanya didapatkan dari usapan jaringan bagian dalam pipi (buccal swab) atau darah. 


Prenatal Test


Prenatal test umumnya digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom pada janin. Tes prenatal dapat dilakukan dengan dua metode yaitu invasif dan non invasif. Dalam metode invasif, sampel DNA akan didapatkan dari cairan ketuban (Amniocentesis) atau jaringan plasenta (Chorionic villus sampling). Sedangkan dalam metode non invasif, pengambilan sampel hanya dilakukan dengan menggunakan darah dari ibu. Cara non-invasif juga dianggap lebih aman bagi ibu maupun janin. 


Pastikan untuk memilih klinik dengan layanan tes DNA yang akurat dan kredibel seperti Global Doctor Indonesia. Klinik kami memiliki jaringan klinik medis yang terletak di Cina, Thailand, dan Malaysia. Selain itu, Global Doctor juga telah bekerjasama dengan DDC di Amerika Serikat untuk menjamin keakuratan hasil. 


Jadwalkan waktu pertemuan dengan tenaga medis kami melalui admin di 0852-1956-0526 atau (021) 50918051. Anda pun juga bisa mengunjungi secara langsung klinik kami yang terletak di Mampang Business Park, Blok B No.37 Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 301, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.


Baca Juga: 



 
 
 

Komentar


Global Doctor Clinic

Jl. HJ Tutty Alawiyah No 168

Duren Tiga - Kec. Pancoran

Jakarta Selatan 12760

Tel: 62-21-7987219

  • White Instagram Icon
  • White Facebook Icon
bottom of page