top of page

Apakah DNA Bisa Rusak dan Bagaimana Tubuh Memperbaikinya?

  • Content Admin
  • 16 Mar
  • 4 menit membaca

Apakah DNA Bisa Rusak - Dalam keberlangsungan kehidupan, DNA memiliki peran sebagai pusat penyimpanan informasi biologis yang ada di dalam tubuh manusia. Informasinya dapat berupa perintah untuk membuat organ dan jaringan, bagaimana organ tersebut berfungsi, hingga mengatur karakteristik fisik seseorang. Lalu, apakah DNA bisa rusak? 


Kenyataannya, DNA tidak selalu dalam kondisi yang sempurna dalam proses kehidupan sehari-hari. Di mana, kondisi DNA dapat dipengaruhi oleh faktor yang ada dari dalam tubuh maupun faktor yang berasal dari lingkungan sekitar. Kita akan membahasnya secara detail pada artikel kali ini. Termasuk, pembahasan tentang kerusakan DNA, penyebab umumnya, dampaknya bagi tubuh, dan bagaimana sistem alami tubuh dapat memperbaikinya. 


Apakah DNA Bisa Rusak?

apakah dna bisa rusak
Photo by Mikhail Nilov -Pexels

Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah DNA bisa rusak adalah “Bisa.” Kondisi ini terjadi ketika struktur atau urutan DNA mengalami gangguan sehingga informasi genetik yang dibawa juga mengalami perubahan. Kerusakan yang dimaksud dapat berupa perubahan pada basa DNA, putusnya satu atau dua rantai untai DNA, atau bahkan kesalahan yang muncul saat proses pembelahan sel. 


Kerusakan pada DNA dapat terjadi secara alami di dalam tubuh atau diakibatkan oleh faktor eksternal. Karena, setiap sel umumnya memiliki sistem perbaikan DNA untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Sehingga, beberapa kerusakan DNA tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap tubuh. Namun, ada beberapa jenis kerusakan yang tidak bisa diperbaiki dengan baik dan mengakibatkan perubahan cara kerja sel. 


Penyebab Umum Kerusakan DNA


Jadi, apakah DNA bisa rusak dapat disebabkan oleh dua faktor utama: 


Faktor Internal yang Menyebabkan DNA Rusak


Faktor yang pertama berasal dari proses alami yang terjadi di dalam tubuh. Seperti, kesalahan yang terjadi saat replikasi sel, dimana DNA disalin sebelum sel membelah. Selain itu, basa DNA atau rantai DNA juga bisa rusak/putus karena disebabkan oleh molekul reaktif yang dihasilkan dari metabolisme tubuh. Namun, kerusakan jenis dianggap normal bahkan sering terjadi dan biasanya akan diperbaiki secara otomatis oleh sistem alami tubuh.


Faktor Eksternal yang Menyebabkan DNA Rusak


Sedangkan, faktor-faktor yang lainnya berasal dari lingkungan atau luar tubuh. Sebagai contoh, struktur DNA dapat rusak karena paparan radiasi seperti sinar UV, zat kimia berbahaya, atau bahan industri tertentu. Kemudian, tingginya tingkat kerusakan DNA dari paparan tersebut juga akan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar seperti polusi atau asap rokok. 


Apa yang Terjadi Jika DNA Rusak?

apakah dna bisa rusak
Photo by RDNE Stock Project -Pexels

Sekarang, kita sudah mengetahui jawaban dari apakah DNA bisa rusak. Lalu, apa yang akan terjadi apabila ada DNA yang mengalami kerusakan? Pada dasarnya, tubuh memiliki kemampuan secara alami untuk memperbaiki atau menghilangkan sel yang rusak. Sehingga, sebagian besar kerusakan DNA tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap tubuh. 


Namun, mekanisme perbaikan DNA yang dilakukan tubuh tidak selalu dapat memperbaiki sel secara maksimal. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan DNA yang menumpuk. Akhirnya, kerusakan yang terjadi dapat memengaruhi keseimbangan fungsi sel secara keseluruhan. Dengan begitu, sel-sel tidak akan berfungsi dengan normal, dapat mengalami kesalahan saat proses pembelahan, hingga mengalami perubahan sifat genetik.

 

Bagaimana Cara Kerja Sistem Perbaikan DNA?


Dari jawaban apakah DNA bisa rusak, sistem perbaikan DNA dapat dijelaskan secara sederhana melalui poin-poin berikut ini: 


1. Deteksi Kerusakan DNA


Pertama-tama, tubuh akan terlebih dahulu mendeteksi adanya kerusakan DNA. Jadi, setiap sel memiliki sebuah protein yang akan terus memantau kondisi DNA. Kemudian, sensor ini akan menandai sebuah lokasi apabila ada basa yang salah, rantai yang putus, atau struktur yang tidak normal. Setelah itu, aktivitas sel yang ada di area tersebut akan diberhentikan untuk sementara waktu. 


2. Pemotongan Bagian DNA yang Rusak


Apabila lokasi kerusakan sudah dikenali, akan ada enzim khusus yang bertugas untuk memotong sekaligus menghilangkan bagian DNA yang rusak. Agar bagian yang masih normal tidak ikut terpengaruh, pemotongan yang dilakukan oleh enzim tersebut harus dilakukan secara presisi. 


3. Pengisian Ulang DNA yang Benar

Setelah bagian rusak dihilangkan, sel akan mengisi ulang bagian tersebut menggunakan cetakan DNA yang benar. Proses ini bertujuan untuk memastikan urutan DNA yang sudah sesuai dengan aslinya atau sudah kembali normal. Tahap ini juga dinilai sebagai tahapan penting untuk menjaga keakuratan informasi genetik. 


4. Penyambungan Kembali DNA


Memasuki tahap terakhir yaitu penyambungan kembali rantai DNA. Setelah tahap ini dilakukan, struktur DNA akan kembali utuh. Dengan begitu, DNA dapat kembali berfungsi normal di dalam sel. Jadi, mekanisme perbaikan DNA ini akan terus berulang dan bekerja secara otomatis sepanjang hidup. 


Apakah Gaya Hidup Mempengaruhi Perbaikan DNA?


Tidak hanya sebatas pada apakah DNA bisa rusak, mari kita bahas dengan lebih detail bagaimana gaya hidup dapat berpengaruh terhadap proses perbaikan DNA. Seperti yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya, sistem perbaikan DNA sesungguhnya sudah bekerja secara otomatis di dalam sel. Akan tetapi, efektivitasnya akan dipengaruhi oleh kondisi tubuh sehari-hari. 


Artinya, pola hidup yang sehat seperti istirahat cukup, asupan nutrisi seimbang, dan olahraga secara teratur dapat membantu sel untuk bekerja secara optimal. Termasuk, fungsi sel dalam proses perbaikan DNA. Sebaliknya, kebiasaan hidup yang kurang baik juga akan meningkatkan tekanan pada sel. Alhasil, sel tidak dapat bekerja secara optimal. 


Global Doctor, Layanan Tes DNA di Indonesia yang Berpengalaman dan Bersertifikasi


Global Doctor Indonesia menyediakan layanan tes DNA dengan laboratorium yang sudah tersertifikasi secara resmi dari DDC (DNA Diagnostic Center). Hubungi kami melalui admin di 0852-1956-0526 atau (021) 50918051 untuk informasi lebih lanjut atau menjadwalkan sesi konsultasi. Anda juga bisa mengunjungi secara langsung klinik kami yang terletak di Mampang Business Park, Blok B No.37 Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 301, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Klinik kami siap melayani tes DNA secara profesional dan terpercaya.


Baca Juga: 



 
 
 

Komentar


Global Doctor Clinic

Jl. HJ Tutty Alawiyah No 168

Duren Tiga - Kec. Pancoran

Jakarta Selatan 12760

Tel: 62-21-7987219

  • White Instagram Icon
  • White Facebook Icon
bottom of page