Perbedaan Tes Paternitas dan Maternitas, Kapan Digunakan?
- Content Admin
- 22 Jan
- 4 menit membaca
Tes Paternitas dan Maternitas - Tes DNA menjadi salah satu cara terakurat yang digunakan untuk memastikan hubungan antara dua individu. Dari beberapa jenis tes yang tersedia, dua jenis tes yang umum dilakukan adalah tes paternitas dan tes maternitas. Lantas, apa perbedaan dari kedua tes tersebut dan bagaimana penggunaannya?
Meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk membuktikan hubungan darah, terdapat beberapa perbedaan yang harus dipahami. Baik dari segi tujuan, waktu pelaksanaan, hingga jenis sampel yang digunakan. Artikel ini akan membantu Anda memahami perihal tersebut sebelum memutuskan untuk melakukan tes DNA.
Apa Itu Tes Paternitas?

Untuk lebih memahami apa perbedaan dari tes paternitas dan maternitas, Anda perlu memahami bagaimana kedua tes tersebut dilakukan. Setiap anak memiliki 46 kromosom yaitu 23 dari ayah dan 23 dari ibu. Fakta inilah yang akhirnya digunakan untuk membuktikan hubungan antara ayah-anak maupun ibu anak.
Jadi, tes paternitas atau DNA paternity test adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk membandingkan marker genetik dari seorang anak dengan seorang pria yang diduga sebagai ayah kandung. Didukung oleh skema pewarisan kromosom dari orang tua ke anak, tes paternitas memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Di mana, hasil positif akan ditunjukkan oleh Probability of Paternity (POP) yang mencapai 99.99%.
Apa Itu Tes Maternitas?
Sedangkan tes maternitas atau DNA maternity test adalah tes genetika yang digunakan untuk menentukan apakah seorang wanita adalah ibu biologis dari seorang anak. Sama seperti tes paternitas, pemeriksaan ini dilakukan dengan membandingkan marker genetik antara seorang anak dengan seorang wanita yang diduga sebagai ibu biologis.
Dengan begitu, tingkat akurasi tes maternitas juga memiliki nilai yang tinggi atau lebih dari 99,99%. Akan tetapi, kualitas dari sampel yang diambil dan teknologi yang digunakan oleh laboratorium ternyata dapat memengaruhi akurasi hasil. Karenanya, pastikan Anda telah memilih laboratorium yang memiliki sertifikasi secara resmi.
Perbedaan Tes Paternitas dan Maternitas

Sekarang, mari kita bahas secara lebih detail tentang perbedaan tes paternitas dan maternitas:
Kapan Dilakukan
Perbedaan yang pertama terletak dari kapan kedua tes tersebut dilakukan:
1. Tes Paternitas (Ayah–Anak)
Tes paternitas yang paling umum dilakukan adalah setelah kelahiran anak ketika terjadi keraguan terhadap ayah biologis. Akan tetapi, pada kasus tertentu tes paternitas dapat dilakukan sebelum anak lahir. Ada dua metode pengambilan sampel yang dapat dilakukan untuk tes paternitas prenatal. Yaitu secara non invasif dengan menggunakan sampel darah ibu dan secara invasif dengan menggunakan cairan ketuban (amniosentesis) atau jaringan plasenta (CVS).
2. Tes Maternitas (Ibu–Anak)
Sebaliknya, tes maternitas lebih umum dilakukan ketika anak sudah lahir. Biasanya, tes ini dilakukan ketika terjadi keraguan mengenai ibu kandung, misalnya pada kasus bayi tertukar atau proses adopsi. Sedangkan tes maternitas yang dilakukan sebelum kelahiran biasanya dilakukan untuk memeriksa adanya kelainan genetik tertentu terhadap bayi.
Tujuan
Baik tes paternitas maupun tes maternitas dapat dilakukan atas tujuan pribadi atau keperluan legal. Kemudian, hasil tesnya dapat digunakan sebagai bukti yang sah dalam:
1. Tes Paternitas
Perselisihan hak asuh, tunjangan anak, dan warisan.
Dokumen imigrasi dan verifikasi keluarga.
Kepastian pribadi mengenai ayah biologis dan verifikasi keluarga.
2. Tes Maternitas
Kasus bayi tertukar atau kesalahan identifikasi di rumah sakit.
Proses adopsi (membuktikan asal-usul biologis).
Dokumen imigrasi
Sampel yang Diambil
Perbedaan berikutnya dari tes paternitas dan maternitas juga dapat dilihat dari jenis sampel yang diambil.
1. Tes Paternitas
Usapan pipi (buccal swab): Sampel diambil dengan mengusapkan kapas khusus ke bagian dalam pipi.
Dapat menggunakan sampel alternatif: Darah, air liur, rambut berakar, kuku, atau jaringan biologis lainnya.
Cairan ketuban (amniosentesis) dan jaringan plasenta (CVS): Digunakan ketika melakukan tes DNA paternitas prenatal.
2. Tes Maternitas
Usapan pipi (buccal swab): Sampel diambil dengan mengusapkan kapas khusus ke bagian dalam pipi
Dapat menggunakan sampel alternatif: Darah, air liur, rambut berakar, kuku, atau jaringan biologis lainnya.
Kasus Paling Umum
Kedua jenis tes DNA ini biasanya dilakukan ketika:
1. Tes Paternitas: Status ayah yang diragukan akibat ketidakhadiran ayah atau anak merupakan hasil dari hubungan yang tidak resmi.
2. Tes Maternitas: Meskipun lebih jarang terjadi, tes maternitas dilakukan ketika terjadi keraguan terhadap ibu kandung dalam kasus bayi tertukar, penculikan, adopsi, atau sekedar sebagai pelengkap dokumen imigrasi.
Rekomendasi Layanan Tes DNA yang Terpercaya
Pilihlah layanan dengan hasil tes paternitas dan maternitas yang akurat bersama Global Doctor Indonesia.
1. Memiliki Tes DNA Paternitas dengan Standar Internasional
Global Doctor Indonesia telah bekerja sama secara langsung dengan Pusat Diagnostik DNA (DDC) untuk menyediakan berbagai jenis tes DNA dengan layanan profesional, cepat, dan andal. Setiap tes DNA yang dilakukan akan dianalisis di dalam laboratorium yang sudah terakreditasi dengan peralatan canggih. Klinik kami juga menyediakan layanan konsultasi yang dapat membantu klien memahami pilihan tes, interpretasi hasil, dan risiko-risiko yang mungkin terjadi.
2. Berpengalaman Lebih dari 10 Tahun
Global Doctor Indonesia telah memiliki pengalaman selama lebih dari 10 tahun sejak bulan April tahun 2001. Berawal dari pelayanan komunitas orang asing di Jakarta, klinik kami sekarang menyediakan berbagai macam jenis layanan tes DNA seperti Paternity Test, Prenatal Test, hingga Sibling Test. Termasuk pelayanan tes DNA legal untuk urusan migrasi/imigrasi.
Hubungi Global Doctor Indonesia untuk informasi lebih lanjut atau jadwalkan konsultasi melalui admin di 0852-1956-0526 atau (021) 50918051. Anda juga bisa mengunjungi secara langsung klinik kami yang terletak di Mampang Business Park, Blok B No.37 Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 301, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Baca Juga:





Komentar