top of page

Kapan Waktu Bisa Melakukan Tes DNA Saat Hamil yang Terbaik? Berikut Penjelasannya!

  • Content Admin
  • 3 Sep 2025
  • 3 menit membaca

Kapan Bisa Melakukan Tes DNA Saat Hamil - Tes DNA saat hamil atau prenatal tes dapat membantu orang tua untuk mengetahui hubungan biologis anak lebih awal bahkan saat bayi belum lahir. Akan tetapi, waktu pelaksanaan tes DNA pada masa kehamilan ternyata memiliki pengaruh yang besar terhadap akurasi hasil dan keamanan janin. Oleh karena itu, penting bagi calon orang tua untuk memahami kapan bisa melakukan tes DNA saat hamil.


Artikel kali ini akan membahas kapan waktu terbaik untuk melakukan tes DNA dan apa saja yang bisa diukur pada tiap tahapan kehamilan. Anda juga dapat mempelajari rekomendasi medis yang mendukung alasan dilakukannya tes DNA.


Apa Itu Tes DNA?


Tes DNA adalah pemeriksaan ilmiah yang dilakukan untuk menganalisis materi genetik seseorang, yaitu DNA (Deoxyribonucleic Acid). DNA menyimpan informasi biologis yang diturunkan dari orang tua dan menjadi dasar pembentukan seluruh karakteristik tubuh, mulai dari warna rambut, bentuk wajah, hingga golongan darah. Setiap individu memiliki susunan DNA yang unik, sehingga tes ini sering digunakan untuk mengidentifikasi identitas seseorang atau hubungan biologis antar individu.


Dalam praktiknya, tes DNA dilakukan dengan mengambil sampel biologis seperti darah, air liur, atau jaringan lainnya, yang kemudian dianalisis di laboratorium. Salah satu kegunaan paling umum dari tes DNA adalah untuk memastikan hubungan keluarga, misalnya antara ayah dan anak, serta mendukung kebutuhan hukum, administratif, atau keperluan pribadi tertentu.



Kapan Waktu Terbaik Melakukan Tes DNA Saat Hamil?


kapan bisa melakukan tes DNA saat hamil

Photo by Jorge Chan -Pexels


Pada umumnya, tes DNA Prenatal atau tes DNA yang dilakukan saat hamil dapat dilakukan saat bayi masuk ke usia kandungan 10 minggu. Namun, anda juga harus memahami faktor penentu untuk melakukan tes DNA saat hamil. Ada dua metode tes DNA yang dapat dilakukan selama masa kehamilan yaitu tes skrining dan tes diagnostik. Kedua tes tersebut dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom pada janin saat masih ada di dalam kandungan. 


Ternyata, ada beberapa faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan tes DNA saat hamil. Beberapa diantaranya yaitu ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun, memiliki anak atau keluarga dengan riwayat kelainan kromosom. Sedangkan hasil tes DNA saat hamil akan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan kualitas sampel darah dari ibu. Selain itu, waktu pelaksanaan tes, kualitas laboratorium, hingga kecerdasan sumber daya manusia juga dapat memengaruhi hasil tes DNA. 


Jenis-Jenis Tes DNA Berdasarkan Tujuannya


kapan bisa melakukan tes DNA saat hamil

Photo by MART  PRODUCTION -Pexels


Tes DNA Prenatal dapat dilakukan untuk mengetahui hubungan biologis bayi terhadap keluarga, baik terhadap ayah, paman, tante, saudara, hingga kakek dan nenek. Berikut ini adalah beberapa jenis tes DNA yang umumnya dilakukan berdasarkan tujuan tersebut:


1. Tes DNA Paternity

Tes DNA Paternity adalah pemeriksaan genetik yang dilakukan untuk menentukan apakah seorang pria merupakan ayah biologis dari seorang anak. Tes ini bekerja dengan membandingkan profil DNA anak dengan DNA pria yang diduga sebagai ayah. Karena anak mewarisi setengah materi genetiknya dari ayah dan setengah dari ibu, hasil tes ini sangat akurat dalam menunjukkan hubungan biologis antara keduanya.


Tes paternity dapat dilakukan baik setelah anak lahir maupun saat masih dalam kandungan melalui metode non-invasif. Hasil dari tes ini sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti untuk mendapatkan pengakuan hukum, mengurus hak asuh anak, atau sekadar memperoleh kepastian pribadi. Prosesnya relatif cepat, aman, dan tidak menyakitkan, terutama jika dilakukan dengan pengambilan sampel air liur atau darah.


2. Tes DNA Avuncular

Tes DNA Avuncular adalah jenis pemeriksaan genetik yang bertujuan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki hubungan biologis sebagai bibi/paman (kakak atau adik dari orang tua biologis) dengan seorang anak. Tes ini biasanya dilakukan ketika ayah atau ibu kandung tidak tersedia untuk menjalani tes DNA langsung, namun masih ingin dibuktikan hubungan kekerabatan melalui saudara kandungnya.


Dalam prosesnya, sampel DNA diambil dari anak dan dari pihak yang diduga sebagai bibi atau paman, lalu dianalisis untuk melihat tingkat kecocokan genetik. Meskipun hasilnya tidak seakurat tes paternity langsung, tes avuncular tetap dapat memberikan indikasi kuat mengenai hubungan keluarga, terutama jika dikombinasikan dengan informasi tambahan seperti DNA ibu. Tes ini sering digunakan untuk kepentingan hukum, imigrasi, atau kepastian pribadi terkait asal-usul keluarga.


3. Tes DNA Siblings

Tes DNA Siblings adalah pemeriksaan genetik yang dilakukan untuk mengetahui apakah dua orang memiliki hubungan sebagai saudara kandung, baik penuh (full siblings) maupun setengah saudara (half siblings). Tes ini berguna dalam berbagai situasi, seperti saat ingin memastikan hubungan biologis karena keterpisahan sejak kecil, adopsi, atau ketika orang tua kandung tidak dapat diuji secara langsung.


Untuk layanan tes DNA profesional dan terpercaya, anda bisa menghubungi Global Doctor Indonesia melalui admin di 0852-1956-0526 atau (021) 50918051. Anda juga bisa mengunjungi secara langsung klinik kami yang terletak di Mampang Business Park, Blok B No.37 Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 301, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Klinik kami siap membantu Anda dari konsultasi hingga pelaksanaannya. 



 
 
 

Komentar


LogoGD2014-Web.png

Mampang Business Park

Jl Buncit Raya No 301 Blok B no 37

Jakarta 12760

Tel: 62-21-50918051

  • White Instagram Icon
  • White Facebook Icon
bottom of page