top of page

Genetik yang Diturunkan dari Ibu, Ternyata Ini Perannya Terhadap Anak!

  • Content Admin
  • 27 Jan
  • 4 menit membaca

Genetik yang Diturunkan dari Ibu - Warna mata, bentuk tubuh, hingga kecerdasan seseorang ditentukan oleh faktor genetik. Karenanya, genetik dinilai memegang peranan penting dalam membentuk identitas seseorang. Berdasarkan skema pewarisan, setiap individu akan mewarisi kombinasi gen dari ayah dan ibu. Namun, beberapa genetika ternyata memiliki pola pewarisan khusus. Lantas, genetik yang diturunkan dari ibu memiliki peran apa? 


Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari pemahaman pola pewarisan genetik. Mulai dari mengenali asal-usul biologis hingga hubungan biologis antara dua individu melalui tes DNA. Artikel ini akan membahas secara lebih detail tentang apa itu genetik dan peran gen yang diwariskan dari ibu. Selain itu, Anda juga akan diajak untuk memahami bagaimana genetik dapat diwariskan dari generasi ke generasi.


Apa Itu Genetik?

genetik yang diturunkan dari ibu
Photo by Jose Manuel Esp -Unsplash

Sebelum membahas tentang apa saja peran genetik yang diturunkan dari ibu, mari kita pelajari terlebih dahulu tentang apa itu genetik. Dalam kontek ilmu biologi, genetik merupakan sebuah cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana suatu generasi dapat mewariskan informasi biologis ke generasi berikutnya. Awalnya, ilmu ini pertama kali ditemukan oleh Gregor Mendel pada tahun 1866 saat melakukan eksperimen penyilangan kacang polong. 


Sejak saat itu, karya Gregor Mendel terus menjadi dasar perkembangan ilmu genetika. Di mana, gen sendiri merupakan kumpulan dari DNA yang terletak di dalam kromosom. Agar lebih mudah untuk dipahami, DNA bisa diibaratkan sebagai buku besar, di mana gen adalah paragraf di dalam buku tersebut, dan kromosom adalah rak tempat buku tersebut disimpan. Jadi, genetik akan menjelaskan mengapa seseorang memiliki karakteristik dan sifat tertentu.


Apa Peran Genetik yang Diturunkan dari Ibu Terhadap Anak?


Berbicara tentang peran genetik yang diturunkan dari Ibu terhadap anak, coba simak beberapa poin berikut ini: 


1. DNA Mitokondria (mtDNA)

Pertama-tama, seorang anak hanya akan mewarisi DNA mitokondria atau mtDNA yang berasal dari sel telur ibu. Pasalnya, mitokondria yang berasal dari sel sperma ayah akan dihancurkan saat proses pembuahan terjadi karena adanya mekanisme seluler. mtDNA ini terdapat di dalam mitokondria yang berfungsi sebagai organel penghasil energi utama sel. Selain itu, mtDNA dapat digunakan untuk melacak garis keturunan dari sisi ibu. 


2. Kromosom X dari Ibu


Kemudian, seorang anak baik laki-laki atau perempuan akan menerima satu kromosom X dari ibu. Sehingga, skema pewarisannya adalah sebagai berikut: 

  • Anak perempuan akan mewarisi satu kromosom X dari ibu  dan satu kromosom X dari ayah

  • Anak laki-laki akan mewarisi satu kromosom X dari ibu dan satu kromosom Y dari ayah

Karena anak laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, gen yang dibawa ibu di kromosom X akan berpengaruh langsung pada karakteristik anak laki-laki. Hal ini termasuk gen yang mengatur fungsi dasar tubuh, perkembangan, hingga beberapa ciri fisik. 


3. Pewarisan Sifat Biologis & Fisik


Sesungguh, pewarisan sifat biologis dan fisik merupakan kombinasi dari gen ibu dan ayah. Meskipun, ada beberapa sifat yang lebih dominan dari gen ibu, Seperti warna mata, bentuk wajah, tekstur rambut, bentuk tubuh, hingga metabolisme tubuh. Selain itu, genetik dari ibu juga akan memengaruhi kadar hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin) dan progesteron yang memiliki peranan penting dalam proses kehamilan. 


Bagaimana Cara Genetik Dapat Diturunkan?

genetik yang diturunkan dari ibu
Photo by Vidal Balielo Jr. - Pexels

Selain genetik yang diturunkan dari ibu, seseorang juga akan menerima genetik yang diturunkan dari ayah. Berikut proses bagaimana genetik dapat diturunkan ke generasi berikutnya: 


1. Pewarisan Melalui Kromosom


Dalam kondisi normal, setiap manusia akan memiliki 46 kromosom yang tersusun menjadi 23 pasang. Di mana, setiap pasang kromosom terdiri dari satu kromosom ibu dan satu kromosom ayah yang akhirnya menciptakan kombinasi unik. Proses ini terjadi ketika pada saat proses meiosis yang memastikan setiap gamet membawa setengah materi genetika orang tua. 


2. Pewarisan Gen melalui DNA


Secara umum, DNA akan membawa gen yang berfungsi seperti “instruksi biologis” untuk tubuh. Dari sini, pewarisan gen juga bisa terjadi berdasarkan pola:

  • Dominan: Hanya membutuh satu salinan gen dari salah satu orang tua untuk terlihat sifatnya.

  • Resesif: Membutuh dua salinan dari kedua orang tua untuk terlihat sifatnya.

  • Co-dominance: Kedua gen dapat diekspresikan secara bersamaan.

Kombinasi ini juga yang menjawab pertanyaan mengapa variasi sifat fisik setiap anak berbeda, meskipun berasal dari orang tua yang sama.


3. Pewarisan DNA Mitokondria


Seperti yang sudah dijelaskan secara sekilas, pewarisan gen juga dapat terjadi melalui pewarisan DNA mitokondria. Walaupun, DNA mitokondria hanya bisa diwariskan dari ibu ke anak-anaknya. mtDNA bertugas untuk memastikan bahwa garis keturunan maternal tetap konsisten dari generasi ke generasi. Karenanya, mtDNA sering digunakan untuk pelacakan leluhur dari jalur ibu karena memiliki tingkat perubahan yang rendah. 


Jenis Tes DNA yang Melibatkan Ibu untuk Mengetahui Hubungan Biologis


Terlepas dari genetik yang diturunkan dari ibu, seorang ibu akan/dapat terlibat pada beberapa jenis tes DNA: 


Tes DNA Paternitas Prenatal 


Tes DNA jenis ini digunakan untuk mengetahui hubungan biologis antara ayah dan anak saat bayi masih ada di dalam kandungan. Secara umum, ada dua metode yang dapat dilakukan yaitu metode non invasif dan invasif. Metode non invasif dilakukan dengan mengambil sampel darah dari ibu. Sedangkan, metode invasif dilakukan dengan mengambil sampel dari jaringan plasenta (CVS) atau cairan ketuban (amniosentesis). 


Tes DNA Saudara Kandung (Sibling Test) 


Tes DNA saudara kandung adalah salah satu jenis tes DNA yang digunakan untuk menentukan hubungan saudara kandung atau tiri antara dua orang. Biasanya, hal ini dilakukan ketika sampel DNA dari orang tua tidak tersedia. Apabila tersedia, sampel dari seorang ibu dapat meningkatkan akurasi dan kepastian hasil secara signifikan. 


Tes DNA Maternitas (Maternity Test)


Hampir sama seperti tes paternitas, tes maternitas dilakukan untuk memastikan apakah seorang wanita adalah ibu biologis dari seorang anak. Biasanya, tes maternitas dilakukan ketika terjadi kasus bayi yang tertukar, perebutan hak asuh, atau prosedur adopsi. Tes ini dapat dilakukan dengan menganalisis sampel jaringan pipi bagian dalam dari ibu dan anak.


Pastikan untuk memilih klinik profesional dengan layanan tes DNA yang akurat dan kredibel seperti Global Doctor Indonesia. Hubungi Global Doctor Indonesia melalui admin di 0852-1956-0526 atau (021) 50918051 untuk informasi lebih lanjut atau menjadwalkan sesi konsultasi. Anda juga bisa mengunjungi secara langsung klinik kami yang terletak di Mampang Business Park, Blok B No.37 Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 301, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Klinik kami siap melayani tes DNA secara profesional dan terpercaya.


Baca Juga: 



 
 
 

Komentar


Global Doctor Clinic

Jl. HJ Tutty Alawiyah No 168

Duren Tiga - Kec. Pancoran

Jakarta Selatan 12760

Tel: 62-21-7987219

  • White Instagram Icon
  • White Facebook Icon
bottom of page