Mengenal Apa Itu Tes DNA Prenatal Non Invasif. Ini Dia Hal yang Perlu Dipersiapkan!
- Content Admin
- 1 Sep
- 4 menit membaca
Tes DNA Prenatal Non Invasif - Saat ini, kemajuan teknologi medis memungkinkan calon orang tua untuk mengetahui informasi penting mengenai janin sejak dini, bahkan sebelum bayi lahir. Salah satu pemeriksaan yang semakin populer adalah Tes DNA Prenatal Non Invasif (Non-Invasive Prenatal Testing/NIPT).
Tes ini dilakukan hanya dengan mengambil sampel darah dari ibu hamil, sehingga tidak menyentuh janin secara langsung dan minim risiko. Selain aman, tes ini juga mampu mendeteksi hubungan biologis antara ayah dan anak. Sebelum menjalani tes ini, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan oleh ibu hamil dan pasangan. Mulai dari memahami prosedur dan manfaat tes, berkonsultasi dengan tenaga medis, hingga memastikan waktu kehamilan yang tepat.
Apa Itu Tes DNA Prenatal Non Invasif (NIPT)

Photo by MART PRODUCTION -Pexels
Tes DNA prenatal non invasif atau yang biasa disingkat NIPT merupakan salah satu metode tes DNA untuk mengetahui hubungan biologis yang dapat dilakukan selama masa kehamilan. Tes ini disebut non-invasif karena tidak memerlukan prosedur medis yang berisiko seperti amniosentesis atau CVS (Chorionic Villus Sampling). NIPT hanya membutuhkan sampel darah dari ibu hamil untuk melakukan tes DNA.
Karena hanya menggunakan sampel darah dari ibu, prosedur ini dianggap lebih aman dan tidak membahayakan janin. Berbeda dengan prosedur invasif yang biasanya membutuhkan cairan ketuban atau jaringan plasenta. Pada umumnya, NIPT dilakukan saat usia kehamilan memasuki 10 minggu ke atas.
Apa Tujuan Melakukan Tes DNA Prenatal
Tes DNA prenatal non invasif dilakukan dengan tujuan utama untuk memperoleh informasi genetik janin secara aman sejak masa kehamilan. Salah satu alasan umum tes ini dilakukan adalah untuk memastikan hubungan biologis antara ayah dan anak sebelum bayi lahir. Berikut ini adalah beberapa alasan orang melakukan tes DNA Prenatal dengan tujuan sebagai berikut:
1. Untuk Mengetahui Hubungan Biologis Ayah dan Anak
Salah satu alasan paling umum dilakukan tes DNA prenatal non invasif adalah untuk memastikan hubungan biologis antara ayah dan janin sejak dini. Tes ini bisa menjadi solusi bagi pasangan yang belum menikah, berada dalam hubungan yang kompleks, atau sekadar ingin mendapatkan kepastian secara ilmiah mengenai status biologis calon anak.
Dengan melakukan tes ini, baik ibu maupun ayah dapat memperoleh ketenangan hati selama masa kehamilan. Hasil tes yang akurat dan aman ini juga membantu membangun kepercayaan dan komitmen dalam hubungan orang tua, bahkan sebelum anak lahir ke dunia.
2. Untuk Mengurus Hak Asuh di Persidangan
Dalam beberapa situasi hukum, seperti perselisihan terkait hak asuh anak, bukti hubungan biologis sering kali dibutuhkan oleh pengadilan. Tes DNA prenatal non invasif dapat menjadi dokumen pendukung yang sah untuk memperkuat posisi hukum seseorang dalam proses persidangan, tanpa harus menunggu bayi lahir.
Dengan adanya hasil tes DNA yang jelas dan terpercaya, proses hukum dapat berjalan lebih efisien dan adil. Ini sangat membantu terutama dalam kasus di mana waktu menjadi hal yang krusial atau ketika status orang tua masih dalam proses penetapan secara hukum.
3. Untuk Mengurus Dokumen Imigrasi (Jika Diperlukan)
Beberapa negara mensyaratkan bukti hubungan biologis antara anak dan orang tua sebagai bagian dari proses pengurusan dokumen imigrasi, visa keluarga, atau perpindahan kewarganegaraan. Tes DNA prenatal non invasif bisa menjadi salah satu langkah awal untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Dengan melakukan tes ini sejak masa kehamilan, proses administratif yang berkaitan dengan imigrasi dapat dipersiapkan lebih awal dan lebih lancar. Ini memberikan keuntungan dari sisi waktu dan kepastian hukum, terutama jika kelahiran anak akan berdampak pada status legal keluarga di negara tujuan.
Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menjalani Tes DNA Prenatal

Photo by MART PRODUCTION -Pexels
Setidaknya, ada tiga hal yang harus anda perhatikan sebelum menjalani tes DNA prenatal non invasif agar mendapatkan hasil yang maksimal. Mulai dari konsultasi medis, menjaga asupan cairan dan makanan, hingga pemilihan laboratorium. Berikut penjelasannya secara detail:
Konsultasi Medis
Langkah pertama yang harus anda lakukan sebelum menjalani NIPT adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan atau genetic counselor. Anda bisa mendiskusikan beberapa topik terkait riwayat kehamilan atau anggota keluarga dengan kelainan genetik. Selain itu, ibu hamil dengan usia di atas 35 tahun juga disarankan untuk melakukan konsultasi karena meningkatnya risiko kromosom aneuploid.
Asupan & Pola Makan
Selain berkonsultasi dengan tenaga medis terkait, anda juga harus memperhatikan asupan cairan dan pola makan sebelum melakukan tes. Pastikan anda sudah mencukupi asupan air harian sebelum melakukan tes agar darah dapat diambil dengan mudah.
Pemilihan Laboratorium
Terakhir dan tidak kalah penting, pastikan anda telah memilih laboratorium terpercaya yang memiliki fasilitas tes NIPT dengan panel yang sesuai dengan kebutuhan. Selain memberikan hasil yang akurat, laboratorium penyedia tes NIPT juga harus memiliki kemampuan penyimpanan dan pengelolaan yang baik.
Siap Menjalani Tes DNA Prenatal Non Invasif?
Jika anda mempertimbangkan untuk melakukan tes NIPT pastikan untuk memilih laboratorium dengan layanan yang akurat, terpercaya, dan bersertifikasi. Seperti Global Doctor Indonesia yang telah bekerja sama dengan laboratorium DDC internasional dan menghadirkan proses NIPT yang aman, cepat, serta ditangani oleh tenaga medis profesional.
Dapatkan layanan tes DNA yang aman dan akurat dari Global Doctor Indonesia melalui admin di 0852-1956-0526 atau (021) 50918051. Anda bisa menjadwalkan pertemuan melalui nomor tersebut atau mengunjungi secara langsung klinik kami yang terletak di Mampang Business Park, Blok B No.37 Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 301, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Sumber Referensi







Komentar