top of page

Apa Itu DNA Genetik? Pengertian dan Fungsinya dalam Tubuh

  • Content Admin
  • 30 Jan
  • 4 menit membaca

Apa Itu DNA Genetik? - Ketika berbicara tentang pewarisan sifat, Anda tidak akan terlepas dari pertanyaan terkait apa itu DNA genetik? Secara sederhana, DNA dapat diartikan sebagai molekul penting yang membawa informasi genetik pada tubuh manusia. Molekul ini akan diwariskan oleh kedua orang tua kepada anaknya yang berperan penting dalam menentukan sifat fisik, sifat biologis, maupun sifat psikologis. 


Pada pembahasan kali ini, Anda akan disajikan sebuah pembahasan tentang apa itu DNA, di mana lokasinya, dan perbedaannya dengan gen. Kemudian, Anda juga akan diajak untuk memahami bagaimana fungsi DNA di dalam tubuh manusia. 


Apa Itu DNA Genetik?

apa itu dna genetik?
Photo by Mufid Majnun -Unsplash

Jadi, apa itu DNA genetik? Mari kita mulai pembahasan kali ini dengan menjelaskan secara seksama dengan apa itu DNA. Deoxyribonucleic Acid atau DNA merupakan sebuah molekul yang menyimpan informasi yang dapat ditemukan pada hampir seluruh makhluk hidup. Molekul ini memiliki peranan yang penting sebagai petunjuk untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsi tubuh. Molekul yang dalam bahasa Indonesia berarti Asam Deoksiribonukleat ini terdiri dari 4 basa nitrogen yaitu adenin (A), timin (T), sitosin (C), dan guanin (G). 


DNA sendiri terbentuk dari dua untaian panjang nukleotida yang berbentuk spiral seperti tangga yang disebut heliks ganda. Struktur ini terbentuk dari kombinasi antara keempat basa nitrogen yang melekat pada molekul gula deoksiribosa dan gugus fosfat.  Di mana, keempat basa nitrogen tersebut akan saling berpasangan satu sama lain (A-T dan C-G) yang membentuk “anak tangga”. Sedangkan molekul gula deoksiribosa dan gugus fosfat akan membentuk garis vertikal yang menyerupai susuran tangga. 


Dimana Lokasi DNA dalam Tubuh?


Lantas, dimana letak dari apa itu DNA genetik? Yaitu pada dua lokasi berikut: 


Inti Sel


Sebagian besar DNA atau sekitar 99% dapat ditemukan di dalam nukleus atau inti sel. DNA yang terletak di dalam nukleus dikenal dengan sebutan DNA Nuklir atau DNA Inti. DNA inti inilah yang berperan dalam menentukan hampir semua sifat dan fungsi tubuh.


Mitokondria


Selain ditemukan pada sel inti, ada sebagian kecil DNA yang juga ditemukan di dalam mitokondria yang disebut DNA Mitokondria atau mtDNA. Mitokondria sendiri merupakan salah satu bagian dalam sel yang bertugas dalam mengubah makanan menjadi energi untuk sel. 


Apa Perbedaan Gen dan DNA?

apa itu dna genetik?
Photo by Anastasiia Nelen -Unsplash

Tidak sedikit juga yang menanyakan tentang perbedaan pada apa itu DNA genetik? Meskipun DNA dan gen seringkali dianggap sama, ternyata ada perbedaan signifikan yang membedakan keduanya. Apabila DNA memuat sebuah informasi genetik, maka den adalah bagian kecil dari DNA yang memiliki fungsi tertentu. Agar lebih jelas, perbedaan tersebut dapat digambarkan melalui beberapa poin: 


  1. Ciri-ciri DNA

    a. Berbentuk seperti heliks ganda atau dua untaian yang berpilin

    b. Terdiri dari empat basa nitrogen yaitu adenin (A), timin (T), sitosin (C), dan guanin (G) yang merupakan komponen utama dari kode genetik.

    c. Menyimpan semua instruksi biologis untuk pembuatan sel, organ, protein, dan seluruh tubuh.

    d. Terdapat dalam inti sel (nuclear DNA) dan mitokondria (mtDNA).

    e. Setiap sel manusia punya miliaran pasangan basa DNA.


  1. Ciri-ciri gen

    a. Setiap gen berisi instruksi untuk membuat protein tertentu.

    b. Satu DNA bisa memiliki Terdapat ratusan hingga ribuan gen di dalam satu DNA. 

    c. Gen dapat menentukan sifat fisik, sifat biologis, maupun sifat psikologis. Seperti warna mata, golongan darah, metabolisme, dan banyak fungsi biologis lainnya.


Fungsi DNA dalam Tubuh


Adakah informasi lain yang bisa didapatkan ketika berbicara tentang apa itu DNA genetik? Jawabannya terletak pada fungsi DNA di dalam tubuh: 


1. Menyimpan Informasi Genetik


Fungsi utama dari DNA adalah sebagai tempat penyimpanan seluruh informasi biologis tubuh manusia. Di dalam DNA terdapat ribuan gen yang membawa instruksi dalam membentuk organ, menjalankan proses tubuh, hingga menentukan karakter biologis seseorang. 


2. Mengatur Pembentukan Protein


Kemudian, DNA juga berperan dalam memberikan instruksi untuk membuat protein. Protein merupakan salah satu molekul penting yang memiliki peran pada hampir semua fungsi tubuh. Tanpa DNA, tubuh tidak dapat memproduksi protein yang diperlukan agar tubuh dapat berfungsi dan bertahan hidup.


3. Mengatur Perkembangan Sel


Ternyata, DNA juga memegang kontrol dalam mengatur perkembangan sel. Seperti kapan sel membelah, tumbuh, dan melakukan fungsi spesifik. Setiap jenis sel di dalam tubuh akan bekerja sesuai instruksi DNA yang diaktifkan di dalamnya.


4. Menentukan Sifat - Sifat


Fungsi lain dari DNA juga dapat dikenali sebagai penentu sifat fisik, sifat biologis, hingga sifat psikologis seseorang. Hal ini merujuk pada penentuan sifat yang dilakukan oleh gen dominan, gen resesif, atau bahkan gen poligenik. 

 

5. Mewariskan Sifat ke Generasi Berikutnya


Lalu, DNA juga memiliki peranan dalam mewariskan sifat-sifat dari orang tua kepada anaknya. Kombinasi DNA dari kedua orang tua inilah yang menghasilkan sifat-sifat unik pada setiap individu. Namun, ada sebagian DNA yang hanya dapat diwariskan dengan pola khusus seperti:

  • DNA Mitokondria (mtDNA) yang hanya diwariskan dari ibu.

  • Kromosom Y yang hanya diwariskan dari ayah ke anak laki-lakinya.

Hal ini juga yang memungkinkan setiap generasi untuk memiliki kemiripan fisik, biologis, maupun karakteristik tertentu dengan orang tua dan leluhurnya.


Jenis Tes DNA yang Dapat Digunakan untuk Mengetahui Hubungan Biologis


Apa itu DNA genetik? Jawaban dari pertanyaan tersebut ternyata juga dapat digunakan untuk mengetahui hubungan biologis: 


1. Tes DNA Paternitas


Tes paternitas dilakukan untuk memastikan hubungan biologis antara seorang anak dengan seorang laki-laki yang terduga sebagai ayah kandungnya. Pasalnya, seorang anak mewarisi 50% DNA dari ayah dan 50% DNA dari ibu. Fakta ini kemudian digunakan untuk menganalisis kesamaan marker genetik antara anak tersebut dengan pria yang diuji. 


2. Tes DNA Prenatal


Tes DNA prenatal dapat dilakukan menggunakan dua metode yaitu metode non invasif dan invasif. Metode non invasif dilakukan dengan mengambil sampel darah dan menganalisis cell-free fetal DNA (cffDNA) yang ada di dalam darah ibu. Sedangkan, metode invasif dilakukan dengan mengambil sampel dari jaringan plasenta (CVS) atau cairan ketuban (amniosentesis). 


3. Tes DNA Siblings


Selanjutnya, ada tes DNA Sibling yang digunakan untuk menentukan apakah dua orang individu memiliki hubungan biologis sebagai saudara kandung. Tes ini biasanya dilakukan ketika orang tua kandung tidak dapat diuji. Misalnya, ketika kedua orang tua sudah meninggal atau dalam situasi seperti adopsi atau keterpisahan sejak kecil.


Dapatkan layanan tes DNA yang aman, akurat, dan kredibel bersama Global Doctor Indonesia. Anda bisa mengunjungi secara langsung klinik yang terletak di Mampang Business Park, Blok B No.37 Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 301, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Atau jadwalkan waktu pertemuan dengan tenaga medis kami melalui admin di 0852-1956-0526 atau (021) 50918051.


Baca Juga: 



 
 
 

Komentar


Global Doctor Clinic

Jl. HJ Tutty Alawiyah No 168

Duren Tiga - Kec. Pancoran

Jakarta Selatan 12760

Tel: 62-21-7987219

  • White Instagram Icon
  • White Facebook Icon
bottom of page