top of page

Pengujian Berbasis DNA? Mengenali Cara Kerja, Teknologi, Fungsi, dan Contohnya

  • Content Admin
  • 8 jam yang lalu
  • 4 menit membaca

Pengujian Berbasis DNA - Ada sebuah metode ilmiah yang sering digunakan untuk membaca dan membandingkan informasi genetik manusia. Proses tersebut sering dikenal dengan pengujian berbasis DNA atau tes DNA. DNA sendiri  menyimpan jejak pewarisan sifat yang bisa dianalisis secara akurat. Sehingga, tes ini banyak digunakan untuk mengetahui hubungan biologis antar individu. 


Meskipun sering dianggap rumit, ternyata pelaksanaan tes DNA sudah memiliki tahapan yang sistematis dan terstandar. Kali ini, Anda akan diajak untuk memahami tentang apa itu tes DNA, bagaimana tahapannya, metode yang digunakan dalam menentukan hubungan kekeluargaan, hingga hal-hal yang harus dipertimbangkan. 


Apa Itu Pengujian Berbasis DNA?

pengujian berbasis dna
Photo by Adam Bezer -Unsplash

Sekarang, mari kita jelaskan secara lebih mendetail tentang apa itu pengujian berbasis DNA. Pengujian yang juga dikenal dengan istilah tes DNA ini dilakukan dengan menganalisis materi genetik seseorang untuk memperoleh sebuah informasi biologis yang dibutuhkan. Seperti informasi terkait hubungan keluarga, mengidentifikasi jenis kembar, menilai risiko penyakit genetik, atau keperluan identifikasi individu. 


Tes ini dilakukan atas dasar pola pewarisan genetik di mana seorang anak akan menerima 50% DNA dari ayah dan 50% lainnya dari ibu. Sehingga, hasil tes DNA dapat digunakan sebagai bukti yang sah pada kasus penentuan hak asuh, warisan, atau imigrasi. Bahkan, tes DNA juga memiliki peran tersendiri dalam dunia forensik yaitu untuk membantu mengidentifikasi pelaku/korban kasus kriminal atau korban bencana alam. 


Tahapan Umum Pengujian Berbasis DNA


Secara umum, setiap pengujian berbasis DNA akan melalui beberapa tahapan berikut: 


1. Pengambilan Sampel DNA


Tahapan yang pertama dalam tes DNA adalah pengambilan sampel DNA. Jenis sampel yang dibutuhkan pun bervariasi tergantung dari jenis tes DNA yang dipilih. Sebagai contoh, metode pengambilan sampel yang paling umum digunakan adalah buccal swab. Pada metode ini, petugas laboratorium hanya perlu mengusapkan cotton swab khusus ke bagian dalam pipi. Lalu, sampel DNA juga bisa diambil dari air liur maupun darah. 


2. Ekstraksi DNA di Laboratorium


Sebelum dilakukan analisis, laboratorium harus memisahkan terlebih dahulu antara DNA dengan bagian sel yang lainnya. Sehingga, sel akan dipecah secara kimiawi untuk mengambil DNA murni. Tahapan ini juga dikenal dengan sebutan ekstraksi DNA. 


3. Penggandaan DNA (PCR)


Kemudian, DNA yang diperoleh dari sampel saat proses ekstraksi biasanya jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, laboratorium harus melakukan penggandaan pada bagian tertentu DNA agar dapat dianalisis. Proses yang dikenal dengan nama PCR (Polymerase Chain Reaction) ini memungkinkan DNA untuk diperbanyak jutaan kali sehingga bagian tertentu DNA dapat diperiksa secara detail. 


4. Analisis DNA


Tahapan berikutnya adalah proses analisis yang dilakukan menggunakan metode tertentu, tergantung tujuan tes. Sebagai contoh, tes DNA yang dilakukan untuk mengetahui hubungan keluarga akan menggunakan metode STR (Short Tandem Repeats). Dimana, bagian DNA tertentu dibandingkan antar individu untuk melihat tingkat kecocokannya. Atau menggunakan metode lainnya seperti SNP (Single Nucleotide Polymorphism) atau Whole Genome tergantung dari kebutuhan. 


5. Pelaporan Hasil Tes DNA


Apabila proses analisis sudah selesai, laboratorium akan melakukan penyusunan dan pelaporan hasil tes DNA kepada klien. Data dari hasil analisis akan diinterpretasikan oleh ahli, lalu disajikan dalam bentuk laporan yang menjelaskan tingkat kecocokan DNA. Pada umumnya, laporan tes DNA akan mencantumkan metode yang digunakan, tingkat kecocokan atau probabilitas hubungan, dan kesimpulan hasil. 


Metode Apa yang Dipakai untuk Tes DNA Hubungan Keluarga?

pengujian berbasis dna
Photo by Vlada Karpovich -Pexels

Maka, jawaban dari pertanyaan terkait metode pengujian berbasis DNA untuk tes DNA hubungan keluarga adalah STR atau Short Tandem Repeats. Metode ini memfokuskan analisis pada bagian tertentu DNA yang memiliki pola pengulangan pendek dan sangat bervariasi antara individu. Sedangkan, pola tersebut biasanya diwariskan dari kedua orang tua ke anaknya. 


Sehingga, seseorang yang memiliki hubungan biologis akan menunjukkan kesamaan pada bagian-bagian krusial. Karenanya, metode ini dinilai sangat efektif untuk menentukan hubungan biologis dalam tes paternitas, tes saudara kandung, dan jenis tes DNA keluarga lainnya.


Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Pengujian Berbasis DNA


Kemudian, Anda juga disarankan untuk memperhatikan beberapa hal berikut sebelum melakukan pengujian berbasis DNA: 


Tentukan Tujuan Tes DNA

Seperti yang sudah kita jelaskan pada paragraf sebelumnya, saat ini ada beberapa jenis tes DNA dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya yaitu tes DNA yang digunakan sebagai bukti yang sah pada kasus penentuan hak asuh, warisan, atau imigrasi. Penentuan tujuan ini tentunya akan memengaruhi standardisasi prosedur yang digunakan. 


Pahami Biaya dan Waktu Proses


Selain itu, setiap jenis tes DNA tentunya memiliki biaya dan waktu pengerjaan yang berbeda-beda. Hal ini akan sangat dipengaruhi dari  jumlah sampel dan kompleksitas analisis. Pemahaman akan hal ini diharapkan membantu meminimalisir adanya kesalahpahaman antara laboratorium terkait dengan klien.


Konsultasikan Terlebih Dahulu dengan Dokter Ahli


Idealnya, Anda juga disarankan untuk melakukan sesi konsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan tes DNA. Tujuannya adalah untuk mengetahui dengan lebih detail tentang jenis tes yang harus dipilih, faktor risikonya, termasuk besarnya biaya yang harus dibayarkan. Sesi konsultasi tersebut dapat dilakukan dengan dokter maupun ahli genetika. 


Hubungi Global Doctor Indonesia untuk mendapatkan layanan tes DNA yang profesional dengan hasil akurat. Anda dapat memperoleh informasi terkait tes DNA melalui admin di 0852-1956-0526 atau (021) 50918051. Atau, kunjungi secara langsung klinik kami yang terletak di Mampang Business Park, Blok B No.37 Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 301, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Klinik kami siap membantu Anda dari konsultasi hingga pelaksanaannya. 


Baca Juga: 



 
 
 

Komentar


Global Doctor Clinic

Jl. HJ Tutty Alawiyah No 168

Duren Tiga - Kec. Pancoran

Jakarta Selatan 12760

Tel: 62-21-7987219

  • White Instagram Icon
  • White Facebook Icon
bottom of page