Maternity Test: Bagaimana Tes DNA Dapat Membuktikan Hubungan Ibu dan Anak
- Content Admin
- 18 Jan
- 3 menit membaca
Maternity Test - Selain pembuktikan akan hubungan ayah-anak, ternyata ada beberapa alasan mengapa seseorang memerlukan bukti secara ilmiah akan hubungan ibu-anak. Hasil tersebut dapat diperoleh dengan melakukan maternity test. Kemudian, hasilnya dapat digunakan untuk menyelesaikan kasus hukum seperti penentuan hak waris atau keperluan imigrasi.
Dahulu, tes DNA menjadi suatu hal yang eksklusif dan langka sehingga hanya dapat diakses oleh beberapa kalangan. Tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi, kini hampir seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses tes DNA dengan aman dan akurat. Prosedurnya pun akan tergantung dari tujuan dilakukannya tes maternitas.
Apa Itu Maternity Test?

Dari segi pengertian, maternity test atau tes maternitas adalah salah satu jenis tes DNA yang digunakan untuk memastikan apakah seorang wanita merupakan ibu kandung dari seorang anak. Proses ini dilakukan dengan membandingkan profil DNA dari ibu dan anak. Cara ini didukung oleh fakta bahwa seorang anak akan mewarisi 50% DNA dari ibu dan 50% lainnya dari ayah. Sehingga, cara ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
Tes maternitas pada umumnya dilakukan untuk menangani kasus-kasus tertentu. Seperti identifikasi bayi yang baru lahir agar tidak tertukar, saat anak adopsi ingin mencari ibu kandungnya atau pada salah satu prosedur IVF untuk mencegah kesalahan dalam mentransfer bayi. Walaupun pada beberapa kasus, tes maternitas dapat dilakukan untuk keperluan pribadi saja.
Bagaimana Proses Melakukan Tes DNA Maternity?

Agar dapat berjalan dengan aman dan lancar, ada serangkaian prosedur yang harus dilalui ketika seseorang memutuskan untuk melakukan maternity test. Yaitu:
1. Konsultasi Awal
Sebelum melakukan tes maternitas, Anda disarankan untuk melakukan sesi konsultasi terlebih dahulu dengan pihak terkait. Pada sesi konsultasi, Anda akan menerima penjelasan terkait tujuan tes, prosedur pengambilan sampel, hingga syarat-syarat yang harus dipenuhi apabila hasilnya akan digunakan untuk keperluan legal.
2. Menentukan Tujuan Tes
Dari sesi konsultasi, Anda juga diharapkan untuk bisa menentukan apakah tes ini bersifat pribadi (peace-of-mind test) atau resmi (legal test). Pasalnya, perbedaan dari kedua tujuan tersebut juga akan mempengaruhi biaya sekaligus prosedur pelaksanaan tes DNA. Di mana, pelaksanaan tes DNA yang digunakan untuk keperluan legal memerlukan adanya Chain of Custody (CoC). Proses yang juga disebut rantai pengawasan ini akan mencatat dan mendokumentasi secara lengkap perpindahan tanggung jawab dari satu pihak ke pihak lain.
3. Pengambilan Sampel DNA di Laboratorium
Tahap yang berikutnya dalam maternity test adalah pengambilan sampel DNA. Pada umumnya, tes maternitas menggunakan sampel DNA yang berasal dari usapan jaringan bagian dalam pipi (buccal swab) atau darah. Selama proses pengambilan, laboratorium harus memastikan kualitas sampel tetap berada di kondisi yang baik dengan label identitas yang benar.
4. Analisa Hasil Lab
Kemudian, laboratorium akan mengekstraksi DNA dari sampel dan membandingkan marker genetik tertentu yang dikenal sebagai Short Tandem Repeats (STRs). Kecocokan pada beberapa marker genetik yang dianggap krusial akan menunjukkan hubungan biologis dari kedua individu yang diuji. Pada umumnya, hasil tes maternitas hanya menunjukkan dua kemungkinan hasil yaitu inclusion (ibu biologis dikonfirmasi) atau exclusion (tidak ada hubungan biologis).
5. Penerimaan Hasil
Setelah proses analisis selesai, hasil tes akan diserahkan kepada pasien. Hasil dari tes DNA yang digunakan untuk keperluan pribadi, biasanya akan dikirim melalui email dengan laporan ringkas dan interpretasi. Akan tetapi, hasil tes DNA untuk keperluan legal akan dikirimkan dalam bentuk dokumen resmi. Bahkan, seringkali memerlukan tanda tangan dari notaris atau saksi dari laboratorium.
Apakah DNA Maternity Test Akurat Hasilnya?
Ketika berbicara tentang tingkat akurasi, maternity test dikenal memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Seperti halnya tes paternitas, tes maternitas memiliki nilai lebih dari 99,99% untuk hasil positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa wanita yang diuji merupakan ibu kandung dari seorang anak. Sebaliknya, apabila tidak ada kecocokan maka nilainya adalah 0%. Nilai tersebut didapatkan dari kecocokan marker genetik krusial di mana setiap individu memiliki puluhan marker genetik yang unik.
Meskipun begitu, tingkat akurasi dari hasil tes maternitas juga akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya yaitu kualitas dan kuantitas sampel yang dianalisis oleh laboratorium. Selain itu, teknologi yang digunakan oleh laboratorium ternyata juga dapat memengaruhi hasil tes DNA. Karenanya, Anda juga disarankan untuk memilih laboratorium dengan sertifikasi nasional bahkan internasional guna menjamin akurasi hasil.
Global Doctor Indonesia menyediakan layanan tes DNA yang profesional dan terpercaya yang sudah bekerjasama dengan DDC Indonesia. Klinik kami siap membantu mulai dari proses konsultasi hingga prosedur pelaksanaannya. Hubungi Global Doctor Indonesia untuk informasi lebih lanjut atau jadwalkan konsultasi melalui admin di 0852-1956-0526 atau (021) 50918051. Anda juga bisa mengunjungi secara langsung klinik kami yang terletak di Mampang Business Park, Blok B No.37 Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 301, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Baca Juga:





Komentar